"Pertukaran pelajar sudah berjalan selama dua tahun terakhir ini.
Tahun lalu pertukaran pelajaran antarkabupaten yakni ke Kab. Bandung
Barat dan tahun ini antarprovinsi," kata Kepala SMAN1 Baleendah, H. Aa
Sudaya, di ruang kerjanya, Senin (26/3).
Sedangkan pada tahun depan rencananya pertukaran pelajar dan guru
antarnegara yakni ke Turki. "Kami sudah menjalin nota kesepahaman (MOU)
dengan SMA di Turki. Namun, kami harus mempertimbangkan biaya yang tak
sediikit karena harus tinggal di negeri orang," katanya.
Sebagai persiapan ke Turki, menurut Aa Sudaya, enam orang siswa SMAN 1
Baleendah mengikuti tes seleksi untuk mendapatkan beasiswa dari
organisasi pendidikan Turki yakni Pasiad. "Seleksi berlangsung pada
Minggu (25/3). Mudah-mudahan ada anak dari Baleendah yang bisa ke
Turki," katanya.(A-71/A-147)***
Sumbernya : http://www.pikiran-rakyat.com/node/182019
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Siswa SMAN 1 Baleendah Ikuti Pertukaran Pelajar
SOREANG, (PRLM).- Sebanyak lima siswa dan tiga
orang guru SMAN 1 Baleendah akan mengikuti pertukaran pelajar dengan
SMAN 1 Teladan Yogyakarta dari 26 Maret sampai 2 April. Para siswa dan
guru akan mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama seminggu dan
tidur di rumah-rumah orangtua siswa SMAN 1 Teladan.
Read User's Comments(0)
Bahaya Kresek Hitam
Posted by
Elma Lukma
|
Labels:
Artikel
Di Hari Raya Idul Adha, kantong kresek seringkali dimanfaatkan sebagai wadah daging kurban. Di balik sifatnya yang praktis dan murah, kantong kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan di dalamnya.
Sejak pertengahan tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Bedasar hasil penelitiannya, kantong kresek, terutama warna hitam, merupakan produk daur ulang mengandung bahan kimia berbahaya.
Tak hanya itu, dalam proses daur ulang, produsen juga tak memerhatikan riwayatnya. “Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat,” demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.
BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dikhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.
Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.
Selain kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.
Subscribe to:
Posts (Atom)





